Halaman

Selasa, 03 April 2012

MENU DALAM AUTODESK CIVIL 3D


Adapun menu yang dimilki AutoCAD Civil 3D 2009 sebagai tahap yang dilakukan dalam proses perencanaan, diantaranya :

1.   Point (Titik)
Mendudukan titik ukur yang biasa disebut dengan plotting merupakan pekerjaan awal dari penggambaran model surface. Tampilan point dalam Civil 3D 2009 terbagi menjadi dua bagian, yaitu point style dan point label style. Point style adalah suatu tanda yang mewakili lokasi sesungguhnya berdasarkan koordinat X,Y,Z. Tanda ini bisa berupa obyek dari Autocad atau diganti dengan block untuk mewakili suatu fitur. Sedangkan point label style digunakan untuk mengatur fitur-fitur yang berhubungan dengan tanda yang sudah ada. berdasarkan defaultnya point label style ini menampilkan point number, elevasi dan deskripsi.

Tiap point dapat mengacu pada style dan label style tertentu. Pengaturannya tidak dilakukan per point, tetapi dari point group masing-masing. Point group ini berfungsi untuk menentukan tampilan point berdasarkan style tertentu. Apabila kita belum membuat point group, maka paling sedikit terdapat sebuah point group (terdiri dari semua point) yang dibuat secara otomatis dan menggunakan style yang sama dengan point. Jika terdapat banyak point group yang dibuat, maka bisa diatur dengan style yang berbeda-beda. Pembuatan point group ini dimaksudkan agar mempermudah dalam pembuatan surface dan penggambaran

Adapun cara mudah untuk membuat kumpulan titik pada Autodesk Civil 3D ini yaitu dengan mengimpor data lapangan dari notepad, dengan format data PENZD - space delimited. Berikut tool Create Points yang digunakan untuk import points dari data lapangan yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

                                    Gambar 2.18 Tool Create Points
2.  Surface

Setelah kita memasukan data titik ukur lapangan, maka dilanjutkan dengan pembuatan surface. Surface pada Civil 3D 2009 ini dapat diatur untuk melakukan rebuild dengan sendirinya setiap kali terjadi perubahan, dan jika rebuild tidak dilakukan otomatis maka program akan memperingatkan bahwa ada perubahan pada data surface.

Semua bentuk pengeditan untuk surface bisa dilakukan dengan cara mengklik kanan surface pada toolspace bagian tab prospector yang dapat dilihat pada gambar. Pengeditan surface itu meliputi pengubahan bentuk surface, style surface, penambahan label contur, pengubahan interval kontur, penghapusan TIN, dan lain-lain. Surface yang sudah selesai dibuat dapat disimpan dalam bentuk file Land XML, yang nantinya akan bisa di ekspor. Selain dapat mengekspor surface, kita juga dapat mengimpor suatu surface yang diperlukan. 
 
            
                 Gambar 2.19 Tab Prospector Surface
3.  Alinemen

Alinemens dapat digunakan untuk berbagai tujuan, misalnya jalan, drainase, pipa, rel, dan sebagainya. Metode penggambaran dalam Civil 3D 2009 yaitu dengan dua cara utama sebagai berikut :
a.    Create from Polyline – dengan mengkonversi polyline yang telah dibuat sebelumnya menjadi satu objek alinemen. Dengan metode ini, objek alinemen adalah statis, artinya bagian-baagian yang membentuk alinemen masing-masing berdiri sendiri.
b.    Create by Layout – cara ini sangat mudah dan powerfull, parameter alinemen dapat dimasukkan terlebih dahulu, selanjutnya alur/arah alinemen dapat didefinisikan dan otomatis parameter lainnya ikut terdefinisikan. Ada dua metoda penggambaran yaitu :
-       PI Method – alinemen dapat dibuat berdasarkan garis, dengan atau tanpa data tikungan. Tikungan dapat berupa lengkung sederhana atau dengan spiral.
-       Entity Method – masing-masing bagian dapat dibuat sendiri-sendiri, selanjutnya didifinisikan parameter-parameternya.
Saat menggunakan Create by Layout, penting untuk dipahami tiga istilah berikut ini :
-       Fixed fixed entity adalah independent; saat di-edit, hubungan dengan entity yang lain tidak berubah. Penggunaan metode Create from Polyline akan menghasilkan semua bagian alinemen sebagai bagian yang fixed.
-       Floating floating entity adalah terkait dengan beberapa bagian lain (fixed or floating) pada satu ujung atau yang lain, hubungan dengan bagian-bagian lainnya akan disesuaikan saat bagian lain tersebut diubah. Floating end yang tidak terkait dapat diubah.
-       Free free entity adalah semata-mata didifinisikan oleh hubungan antar dua garis pada kedua ujungnya ke bagian alinemen yang lain (fixed atau floating). Suatu entiti berupa Free Line tidak dapat diubah. Dengan satu Entity free curve, jari-jari tikungan dapat diubah, tapi tidak untuk point yang terkait.
Pembuatan alinemen yang dimaksud pada bagian ini adalah berupa alinemen horizontal, seperti terlihat dalam gambar berikut :


Gambar 2.20 Alinemen Horizontal

Alinemen horizontal yang sudah dibuat masih dapat dilakukan pengeditan dengan menggunakan grips. Selain itu pada alinemen juga bisa ditambahkan keterangan-keterangan yang berupa label. Tampilan alinemen bisa dirubah dengan menggunakan style tertentu.


Gambar 2.21 Mengedit Alinemen dengan Grips


Gambar 2.22 Menambahkan Label Pada Alinemen

4.  Profiles

Saat membuat potongan dari suatu surface/permukaan, Civil 3D 2009 tetap menjaga hubungan antara surface, alinemen dan profil, setiap perubahan pada alinemen atau pada surface akan secara otomatis merubah tampilan dari profil. Pada bagian profil ini terdapat alat untuk membuat profil rencana (alinemen vertikal). Profil rencana dibuat dengan menggunakan toolbar yang memungkinkan banyak opsi untuk membuat profil rencana.

Ada dua hal yang penting saat menggunakan profil, yaitu profilnya sendiri dan Profile View. Profil adalah potongan aktual yang memotong surface disepanjang garis tertentu (alinemen rencana). Sedangkan Profile View adalah tampilan dari profil yang juga menampilkan data-data disekitarnya dengan style dan label tertentu.



Gambar 2.23 Tampilan Profil dari Surface

Gambar 2.24 Pembuatan Profil Rencana

5.  Pemodelan Corridor

Model Corridor adalah fitur terbaru di dalam Civil 3D 2009. Fitur ini memungkinkan perencanaan jalan raya, jalan kereta, lintasan, saluran, jembatan, dan perencanaan lain yang membutuhkan hubungan dengan surface/permukaan tanah lebih mudah untuk direncanaka. Model Corridor tidak dapat dibuat bila belum ada surface, alinemen dan profil rencana. Seperti fitur Civil 3D 2009 yang lain, setelah model corridor terbentuk, jika dilakukan perubahan pada alinemen atau profil-nya, maka model corridor berubah atau menyesuaikan dengan sendirinya.
Pusat perencanaa komponen dari model corridor adalah assembly. Assembly adalah tipikal potongan melintang yang tergabung dari bagian-bagian yang disebut subassemblies.
Assembly dipasang disepanjang alinemen atau di rentang station tertentu. Juga dapat dibentuk transisi horizontal berdasarkan tambahan difinisi alinemen, atau sebagian dapat dibentuk atau dihapus dengan sendirinya, seperti halnya median. Jika data superelevasi ditambahkan pada satu alinemen, assembly dapat membentuk superelevasi dan diterapkan di sepanjang alinemen.
Subassembly adalah potongan-potongan komponen dasar yang dipasang bersama-sama membentuk assembly. Secara teknis, komponen tersebut dibuat dengan kode VBA, tetapi Autodesk telah menyiapkan sejumlah variasi subassembly. Parameter seperti lebar, tinggi slope, dan lain-lain, dapat diubah sesuai dengan kebutuhan.
Sekali model corridor terbentuk, surface dari rencana dapat dibuat dari model tersebut, juga output berupa garis-garis fitur dari model tersebut seperti alinemen, polyline atau garis fitur grading, ataupun titik-titik pada lokasi yang diinginkan. Selain itu juga terdapat tool untuk melihat potongan-potongan melintang di sepanjang corridor.



Gambar 2.25 Pembuatan Assembly


Gambar 2.26 Hasil Pemodelan Coridor

6.  Penampang Melintang

Penampang melintang memperlihatkan ketinggian-ketinggian dari garis melintang yang tegak lurus dengan alinemen. Sehingga untuk membuat penampang melintang ini, terlebih dahulu harus dibuat garis-garis potongan melintang jalan. Dua hal yang dapat ditampilkan sekaligus adalah surface permukaan tanah dan surface rencana. Tampilannya tersebut bisa ditampilkan secara dinamis ataupun statis. Saat model corridor diubah, penampang yang dinamis akan secara otomatis disesuaikan. Sedangkan penampang yang statis hanya menampilkan elevasi sesuai dengan kondisi saat penampang tersebut dibuat, jadi jika model corridor diubah, penampang statis yang telah dibuat sebelumnya, tidak akan berubah. Sama halnya jika alinemen diubah, garis-garis potongan melintang secara dinamis akan menyesuaikan dengan alinemen yang baru.

     Gambar 2.27 Potongan Melintang

Garis-garis potongan melintang yang telah dibuat selain dapat digunakan untuk menampilan profil potongan/penampang melintang, juga dapat digunakan untuk menghitung volume galian dan timbunan, dan volume material yang dibutuhkan.

Volume galian dan timbunan, dan volume material dihitung dengan membandingkan dua garis/profil surface tanah asli dan surface rencana. Perhitungan tersebut menggunakan metode Average end area.

      Gambar 2.28 Laporan Volume Galian Timbunan

Senin, 02 April 2012

Autodesk Civil 3D

AutoCAD Civil 3D merupakan program baru yang menggunakan teknokolgi perangkat lunak untuk memberikan suatu solusi yang benar-benar inovatif, menjadikan proses perancangan civil engineering khususnya geometrik jalan lebih mudah dan lebih cepat. Sehingga memberikan kelonggaran waktu yang lebih untuk mencari solusi proyek yang terbaik. AutoCAD Civil 3D dibangun diatas program, Sehingga secara bersamaan semua fungsi – fungsi AutoCAD dapat dijalankan.
Dalam suatu perencanaan yang akan saat ini dilakukan menggunakan AutoCAD Civil 3D 2009. Versi ini memiliki keunggulan fitur dalam suatu analisis perencanaan. Keunggulan yang dimiliki AutoCAD Civil 3D dibandingkan program bantu perencanaan lainnya yaitu memilki konsep 3D Dynamic Modelling. Konsep ini merupakan suatu solusi atas permasalahan yang sering terjadi dalam proses desain perencanaan. Adapun masalah yang sering dijumpai dalam proses desain, diantaranya :
-     Waktu yang singkat dan terbatas dalam proses desain seringkali menjadikan designer jalan tidak dapat mencoba berbagai alternatif desain sehingga desain menjadi optimal.
-  Setiap adanya revisi/perbaikan desain seringkali membutuhkan upaya yang besar, sehingga menghabiskan waktu dan biaya yang tidak kecil.
Dengan adanya permasalahan yang sering terjadi dalam desain, maka konsep 3D Dynamic Modelling yang ada dalam AutoCAD Civil 3D 2009 dapat memungkinkan proses desain menjadi cepat dan lebih optimal. Selain itu revisi/perbaikan desain yang dilakukan menjadi lebih cepat dan mudah, sehingga akan menghemat biaya dan waktu dalam proses desain yang akan dilakukan.

Senin, 09 Agustus 2010

Hasil Tampilan Skripsi Menggunakan CIVIL 3D


Selesai juga Skripsi gw...
Dengan kontur pergunungan. Dan Skala yang ditetapkan Bina Marga....

Sabtu, 17 Juli 2010

Metode Perkerasan Lentur Gratis

Bagi teman - teman Teknik Sipil ingin unduh gratis Panduan Struktur perkerasan AASHTO 1993..
Hubungi saya...

Rabu, 27 Januari 2010

Di Saat Harapan Itu Ada Di Depan Mu...

Di saat diriku mulai rapuh atas perjuangan yang begitu lama...

Di saat aku merasa aku selalu membuat nya kecewa...

Di saar aku melupakan perintah Tuhan...

Aku berpikir, apa yang sedang aku lakukan???

Aku hanya terbawa arus yang dalam dan hampa...

Aku harus bangkit, dan terus berusaha...

Aku tidak ingin terus begini... ku harus bangkit dari kegelapan ini...

Ya Tuhan ku (Allahu Akbar),... ku mohon agar aku dapt diberi kesempatan...

Berilah aku kesempatan di tempat itu,... untuk tidak ingin mengecewakan kedua orang tua ku yang sudah cukup tua itu...

I need that job... Please...

Kamis, 29 Oktober 2009